Gunung Anak Krakatau Erupsi, Tak Ada Suara Dentuman, Pertanda Apa?
banten.jpnn.com, TANGSEL - Gunung Anak Krakatau kembali erupsi melontarkan abu vulkanik setinggi 1,5 kilometer.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi tersebut terjadi pukul 08.22 WIB, Senin.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara," kata Petugas Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Jumono dalam keterangan yang diterima.
Jumono menuturkan erupsi yang terjadi pagi ini tidak terdengar suara dentuman.
Menurutnya, erupsi itu terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi lebih kurang 3 menit 2 detik.
Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Perairan Selatan Sunda memiliki ketinggian 157 meter di atas permukaan laut laut masih berada pada status Level III (Siaga) sejak 24 April 2022 hingga sekarang.
Baca Juga:
PVMBG merekomendasi warga untuk tidak mendekati gunung api itu atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif agar terhindar dari dampak erupsi.
Sejak kelahiran Gunung Anak Krakatau pada Juni 1927 hingga saat ini, erupsi berulang kali terjadi, sehingga Gunung Anak Krakatau tumbuh semakin besar dan tinggi mencapai 157 meter di atas permukaan laut.
Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Perairan Selatan Sunda masih berada pada status Level III (Siaga).
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News