MU & TK Sering Bikin Mak-Mak Pusing Karena Gas Sering Habis

banten.jpnn.com, SERANG - Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten telah membongkar penyalahgunaan gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram (Kg) yang dioplos ke tabung 12 Kg.
Tersangka berinisial MU (43) warga Regas Grenyang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang.
"Dalam modusnya, tersangka memindahkan gas elpiji berukuran tiga kilo ke 12 Kg," ucap Kanit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Trisno Tahanuji, Jumat (15/7).
Satu tersangka lagi berinisial TK yang berperan sebagai pemodal saat ini menjadi DPO.
Kompol Trisno menjelaskan cara tersangka melakukan kejahatannya dimulai dari membeli gas elpiji tiga kg bersubsidi dengan harga Rp 18 ribu.
Kemudian, pelaku menyuntikkannya elpiji ukuran tiga kg ke ukuran 12 kg sebanyak empat tabung. Hasil dari itu pelaku mendapat keuntungan per tabung Rp 75 ribu.
"Keuntungan tersebut dibagi untuk MU Rp 25 ribu, sementara TK Rp 48 ribu. Hasil analisis penyidik sehari tersangka meraup keuntungan sebesar Rp 1.241.000 per hari," jelasnya.
Trisno mengungkapkan tersangka telah menjalankan aksinya sudah dua bulan lamanya.
Tuh orang yang kerap bikin pusing mak-mak karena gas sering habis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News