6 Orang Meninggal, Warga Badui Dalam Ogah Dirawat di Rumah Sakit

banten.jpnn.com, LEBAK - Masyarakat Badui Dalam yang mengalami sakit tidak mau menjalani perawatan medis.
Agar warga tetap mendapat penanganan, Sahabat Relawan Indonesia (SRI) memberikan obat-obatan, infus dan suntik.
"Mereka warga Badui Dalam tidak mau dilakukan perawatan medis lanjutan," kata Koordinator SRI Muhammad Arif Kurdiat di Lebak, Senin.
Menurut dia, kondisi beberapa warga Badui Dalam perlu dilakukan tindakan perawatan medis, karena kondisinya harus ditangani dokter spesialis.
Berdasarkan hasil sampel darah yang dikirim ke Laboratorium Klinik RSPD Serang terindikasi infeksi saluran pernapasan juga ada gejala tifus.
Karena itu, lanjutnya, beberapa pasien baiknya dirawat ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus. Sebab, kondisi mereka mengalami infeksi berat dan saran dokter sebaiknya dirawat demi penanganan lebih lanjut.
Namun, beberapa pasien warga Badui Dalam belum bisa dirawat di puskesmas atau rumah sakit.
"Kami hanya melakukan pemberian obat-obatan, baik suntik, infus atau sirup dengan pengawasan dokter spesialis," katanya.
Masyarakat Badui Dalam yang mengalami sakit tidak mau menjalani perawatan medis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News